Terorisme Musuh Bersama Rakyat Indonesia

UPAYA memerangi terorisme adalah pekerjaan tanpa akhir. Ideologi tersebut terus muncul dan berkembang dari waktu ke waktu. Peran semua pihak sangat dibutuhkan, mengingat Terorisme bukan saja musuh Pemerintah, namun juga musuh bersama.

Terorisme telah menjadi sesuatu yang menakutkan, karena terorisme telah menjadi suatu gerakan yang senantiasa menyebabkan banyak korban jiwa dari masyarakat sipil yang tidak terkait secara langsung. Anehnya ancaman hukuman pidanan Mati tidak serta merta membuat para teroris menghentikan aksinya, justru para teroris saat ini telah berani melakukan aksi Bom Bunuh Diri di tempat umum seperti yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan Teror di Mabes Polri yang belum lama ini terjadi.

Guru Besar Ilmu Politik UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., M.Si., M.H. mengatakan terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang universal dan mengancam nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, keamanan, persatuan bahkan peradaban. Terorisme adalah musuh terbesar kemanusiaan sepanjang masa.

“Terorisme telah menjadi musuh bersama umat manusia dan menjadi kejahatan serius, yang bertentangan dengan nurani nilai-nilai kemanusiaan, Terorisme merupakan suatu perbuatan seseorang atau kelompok terorgaanisir yang terprogram, sistimatik, dan memiliki tujuan tertentu dengan cara kekerasan yang menimbulkan rasa takut atau kecemasan dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat”.

Sementara itu, Dr. Muhammad Najib Azca selaku Kepala PSKP UGM mengatakan terorisme akhir-akhir ini lebih tidak terorganisasi bahkan sebagian aksi adalah aksi individual sehingga karakter ekstremisme terorismenya lebih sulit dideteksi karena sebagian tidak melibatkan simpul-simpul jejaring. Meskipun hanya kelompok-kelompok kecil saat ini, kata Najib, mereka tetap melakukan rekrutmen. Sebagai gerakan bawah tanah dan kelompok yang tidak muncul di permukaan maka jumlahnya tidak banyak tetapi tetap aktif mencari simpul-simpul dan mencari pengaruh.

Selain itu, menurut Najib sudah banyak yang dilakukan pemerintah dari tahun 2000 sampai sekarang dalam memerangi ekstremisme dan terorisme. Artinya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk mereduksi destruksi yang cukup besar. Untuk saat ini, menurutnya, yang utama perlu dilakukan adalah melakukan fungsi deteksi.

Intelijen yang dilakukan oleh pemerintah bisa bekerja dengan pimpinan-pimpinan masyarakat/ tokoh-tokoh masyarakat karena bagaimanapun pemerintah sumber dayanya terbatas. Densus dan BNPT memiliki sumber daya yang terbatas.

“Kalau tidak partisipatif ya tidak mungkin. Kira-kira kesadaran terorisme sebagai musuh bersama itu betul-betul luas, harus melibatkan banyak tokoh dan kemudian mereka pro-aktif terhadap sesuatu yang berpotensi, perlu melakukan langkah-langkah preventif, langkah-langkah persuasif hingga melaporkan kepada lembaga negara bila kemungkinan ada ancaman yang lebih tinggi”. Semoga Bermanfaat (*)

Diterbitkan oleh rinitimur

Bebas Berekspresi Untuk Majukan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: