KSP : Sebaiknya KAMI Tidak Melakukan Manuver Politik Ditengah Pandemi Covid-19

Langkah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang terus menggelar aksi di berbagai daerah mendapatka kritikan berbagai pihak. Tidak hanya akan menciptakan konflik horizontal di masyarakat saja, aksi KAMI ini dinilai malah menghambat upaya Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19, karena menggelar deklarasi dengan menghadirkan massa yang jumlah besar. Hal ini dikhawatirkan akan memunculkan klaster baru penyebaran virus Covid-19.

Atas dasar itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian, meminta KAMI untuk tidak menggelar berbagai kegiatan yang mengumpulkan banyak warga. “Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebaiknya tidak melakukan manuver politik di tengah pandemi Covid-19. Bangsa kita sedang fokus dalam penanganan pandemi, jika terus membuat kerumunan warga, kan bahaya akan jadi klaster baru,” ujar Donny.

Lebih lanjut, kata Donny, gerakan KAMI ini tidak hadir untuk kepentingan moral saja, melainkan untuk kepentingan politik. Untuk itu, sebaiknya KAMI lebih menahan diri agar penanganan pandemi bisa dapat bekerja secara maksimal. “KAMI tidak sepenuhnya didirikan hanya untuk menyampaikan kritik ke Pemerintah, sebab terdapat muatan politik praktis dalam gerakan tersebut. Untuk itu, semestinya KAMI tidak menggunakan situasi pandemi untuk hal politik, karena yang akan dirugikan juga negara dan rakyat,” kata dia.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan sebaiknya deklarasi KAMI ditujukan untuk mengedukasi masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Jangan hanya untuk kepentingan politik, karena sebelumnya KAMI mengklaim sebagai gerakan moral. “Saya pikir sebaiknya pihak yang deklarasi-deklarasi sekarang ini programnya lebih mengedukasi masyarakat saja lah tentang bagaimana mengatasi pandemi Covid supaya kita semua bisa saling bahu membahu membantu,” ujar Sufmi Dasco Ahmad.

Hal yang sama juga diungkapkan Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno. Dia meminta KAMI mampu menempatkan diri ditengah pandemi Covid-19. Sebaiknya kata Hendrawan, tokoh-tokoh KAMI menyalurkan energinya untuk mengedukasi masyarakat menghadapi pandemi ketimbang persoalan politik.

“Seharusnya KAMI dapat menempatkan diri ditengah pandemi Covid-19 dan jangan membuat kerumunan massa saat melakukan aksi deklarasi di berbagai daerah. Semestinya kelompok yang berisi tokoh nasional dapat memberikan edukasi ke masyarakat, bukan malah membuat gaduh,” tandas Hendrawan.

Diterbitkan oleh rinitimur

Bebas Berekspresi Untuk Majukan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: